Jumat, 22 Oktober 2021

Aksi Nyata Modul 3.1

 Persiapan Assemen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

SD Negeri Grogolpenatus


1.   Latar Belakang Situasi yang Dihadapi

               Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) adalah penilaian yang dilakukan di setiap jenjang sekolah mulai dari SD, SMP, SMA/ SMK dan sederajat. Berbeda dengan UNBK yang dilaksanakan pada akhir tahun sekolah, ANBK dikerjakan di kelas 5 SD, 8 SMP, dan 11 SMA. Hal tersebut merupakan program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. Hasil akhir Asesmen Nasional murni bertujuan untuk perbaikan mutu pembelajaran dan tidak akan memberikan konsekuensi terhadap individu pesertanya.

              Asesmen dapat berjalan dengan baik dengan bantuan dari proktor. Menyikapi hal tersebut, Kepala SD Negeri Grogolpenatus (Samirah,S.Pd.) memilih salah satu guru untuk menjadi proktor. Proktor dibekali tentang pengelolaan aplikasi Asesmen Nasional tahun 2021. Pembekalan tersebut sebagai upaya persiapan menghadapi Asesmen Nasional tingkat SD yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Proktor menjadi kunci teknis untuk mensukseskan penyelenggaraan ANBK di masing-masing sekolah sehingga murid akan lebih siap pada pelaksanaan ANBK.


Kegiatan simulasi ANBK

(gelombang 1)



2.   Alasan Melakukan Aksi

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makariem bahwa Asesmen Nasional berbeda dengan UN, tidak perlu persiapan khusus. Sekolah hanya perlu menyiapkan logistik untuk pelaksanaan. Namun, untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, melalui rapat sekolah diputuskan untuk melakukan berbagai persiapan menggunakan penerapan dilema etika berkaitan dengan ANBK tersebut. Digunakanlah 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip penyelesaian dilema dan 9 langkah pengujian keputusan untuk menganalisis kasus tersebut.

3.   Hasil Aksi Nyata

a.  Tujuan Aksi Nyata

Aksi Nyata ini dilakukan untuk mendapatkan keputusan yang tepat sebagai pemimpin pembelajaran yang berpihak kepada murid  dalam menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

b.  Proses Aksi Nyata yang dilakukan

Untuk menganalisis berbagai upaya persiapan ANBK menggunakan 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip penyelesaian dilema dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan dengan hasil sebagai berikut.

1)     Paradigma yang terjadi

§  Individu melawan Masyarakat (individual vs comunity)

§  Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)  

2)     Prinsip yang dipakai

§  Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)

§  Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)

3)     9 langkah pengujian keputusan didapat hasil analisis:

a)     Nilai-nilai yang saling bertentangan

Nilai kebaikan dengan nilai kasihan

b)     Siapa yang terlibat dalam situasi

Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, murid, pengawas, dan Dinas Pendidikan Kabupaten

c)     Fakta-Fakta yang relevan

§  Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tidak mengevaluasi hasil belajar murid, tetapi lebih mengevaluasi sistem pendidikan

§  Peserta ANBK dipilih secara acak sehingga dapat merepresentasikan seperti apa sistem pendidikan di sekolah tersebut

§  ANBK bukan mengukur kemampuan mata pelajaran khusus, melainkan kompetensi mendasar seperti literasi dan numerasi dapat diajarkan oleh seluruh guru mata pelajaran.

d)     Pengujian Benar atau Salah

(1)    Uji Legal

Tidak ada pelanggaran hukum

(2)    Uji Regulasi

       Tidak ada pelanggaran kode etik/standar profesional

(3)    Uji Intuisi

Tidak bertentangan dengan nilai-nilai moral yang bersifat universal

(4)    Uji Halaman depan koran

Menimbulkan rasa tidak nyaman

(5)    Uji Panutan/Uji Idola

e)     Pengujian Paradigma Benar lawan Benar:

§  Individu melawan Masyarakat (individual vs comunity)

§  Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)

f)      Melakukan Prinsip Resolusi

§   Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)

§   Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)

g)     Investigasi Opsi Trilema

Mencari opsi yang ada dari 2 opsi yang muncul sebagai penyelesaian kreatif dan tidak terpikir sebelumnya, yaitu pengembangan salah satu keterampilan abad 21, berpikir kritis dan analitis dalam pemecahan masalah.

h)     Buat Keputusan

Melaksanakan pembelajaran yang mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis dalam pemecahan masalah

i)       Lihat lagi keputusan dan refleksikan

Setelah keputusan diambil dan hasilnya direfleksikan, keputusan dirasakan tepat sebagai satu solusi jalan keluar.

B.  P

Pembelajaran yang didapatkan dari pelaksanaan aksi nyata ini adalah menjadi lebih terarah dalam mengambil keputusan atas kasus yang muncul dalam bentuk dilema etika. Melalui materi Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran, saya mendapatkan banyak pengetahuan baru yang dapat saya terapkan di sekolah.

D


Kegiatan simulasi ANBK
(Gelombang 2)

Rencana Tindak Lanjut dari Modul 3.1 Materi Pengambilan keputusan sebagai Pemimpin pembelajaran, 4 Paradigma, 3 Prinsip, 9 langkah pengujian keputusan mampu menghasilkan keputusan-keputusan yang berpihak pada murid sehingga setiap murid memiliki kesempatan untuk menikmati merdeka belajar dalam pembelajaran sepanjang hayat.







Kamis, 21 Oktober 2021

Koneksi Antarmateri

Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran


Pratap Triloka merupakan sebuah konsep pendidikan yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara selaku pendiri organisasi pergerakan nasional Indonesia yaitu Taman Siswa. Konsep pendidikan ini digagas atas dasar kajian terhadap ilmu pendidikan (pedagogi) yang diperoleh dari tokoh pendidikan ternama yaitu Maria Montessori dari Italia dan Rabidranath Tagore dari India. Dalam Pratap Triloka terdapat tiga unsur penting yaitu "Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani", yang mengandung makna bahwa seorang guru (pemimpin pembelajaran) haruslah memberikan suri teladan yang baik bagi orang yang dipimpinnya (murid). Guru harus selesai dengan dirinya sendiri yang kemudian itu terefleksikan dalam keteladanan setiap mengambil keputusan terhadap murid-murid dan orang-orang di sekitarnya. Keteladanan menjadi sebuah hal yang penting karena akan berpengaruh pada tingkat kepercayaan orang-orang yang dipimpinnya.

Pada umumnya suatu keputusan dibuat dalam rangka untuk memecahkan permasalahan atau persoalan (problem solving) dan setiap keputusan yang dibuat pasti ada tujuan yang hendak dicapai. Oleh karena itu, agar pengambilan keputusan efektif maka seorang guru selain berpegang pada nilai-nilai kebajikan yang tertanam dalam diri, perlu menerapkan sembilan langkah pengambilan dan pengujian keputusan sebagai berikut:

1. Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini

2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini

3. Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini

4. Pengujian benar atau salah

     a. Uji legal

     b. Uji regulasi/ standar profesional

     c. Uji intuisi

     d. Uji halaman depan koran

     e. Uji panutan/ idola

5. Pengujian paradigma benar lawan benar

     a. Individu lawan masyarakat (individual vs community)

     b. Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)

     c. Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyality)

     d. Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)

6. Melakukan prinsip resolusi

     a. Berpikir berbasis hasil akhir (ends based thinking)

     b. Berpikir berbasis peraturan (rule based thinking)

     c. Berpikir berbasis rasa peduli (care based thinking)

7. Investigasi opsi trilema

8. Buat keputusan

9. Lihat lagi keputusan dan refleksikan


Dalam dunia pendidikan diera modern saat ini, menuntut banyak sekali keputusan yang harus dibuat baik yang memiliki dampak yang luas maupun yang sempit. Terkadang dalam pengambilan keputusan tidak selalu lancar. Banyak permaslahan-permasalahan yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan. Apalagi bila keputusan yang diambil terdapat konflik atau dapat menyebabkan konflik. Situasi konflik dapat terjadi bila kepentingan dua pengambil keputusan atau lebih saling bertentangan dalam situasi yang kompetitif.

Walaupun dalam kenyataannya kita membuat keputusan setiap hari, jarang sekali kita merenungkan sejenak tentang bagaimana sebenarnya kita membuat keputusan. Tak seorangpun sempurna sebagai pengambil keputusan, akan tetapi kita menghendaki sukses paling tidak untuk keputusan-keputusan paling penting. Pengambilan keputusan yang baik dapat dicapai melalui proses belajar dan latihan serta pengalaman yang cukup. Agar dapat memperbaiki kualitas pengambilan keputusan, seorang guru harus secara terus-menerus mencari jalan untuk lebih bijaksana, rasional, sistematis, dan terstruktur didalam pengambilan keputusan.




RTL PGP

    Rencana Tindak Lanjut  Pasca Pendidikan Guru Penggerak                Kompetensi Guru Penggerak mencakup empat kategori me...