Penerapan Budaya Positif Di Kelas
Dalam menerapkan budaya positif perlu adanya pembiasaan dan kesepakatan, begitu juga di kelas. Kesepakatan kelas tidak hanya mengenai peraturan yang harus ditaati dan konsekuensi bagi murid yang melanggarnya, dibutuhkan keterlibatan antara guru dengan murid untuk saling menyepakati kondisi kelas yang diharapkan. Dengan adanya kesepakatan kelas diharapkan guru dan murid berkomitmen untuk melaksanakan kesepakatan tersebut.
Kesepakatan kelas bukan semata-mata mengajak murid menuliskan janji-janji bersama kemudian menempelkannya di dinding kelas. Kesepakatan kelas berfungsi sebagai media komunikasi dalam melatih tanggung jawab, khususnya tanggung jawab untuk senantiasa melaksanakan kesepakatan yang telah dibuat. Meskipun saat ini pembelajaran masih dilakukan di rumah masing- masing secara daring karena pandemi covid 19 yang belum juga usai, namun perlu adanya kesepakatan agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam membuat kesepakatan kelas, antara lain:
1. Murid diajak untuk membayangkan tentang kelas impian.
2. Guru meminta murid untuk menuliskan harapan mereka tentang situasi dan kondisi kelas yang diinginkan saat proses pembelajaran.
3. Hasil tulisan murid tentang harapan dan keinginan mereka difoto dan dikirim melalui WA grup, boleh juga mengirimkan video saat membacakan tulisan tersebut.
4. Setelah semua berpartisipasi, guru mengajak murid berdiskusi membahas harapan-harapan tentang kelas impian yang telah mereka tulis untuk menemukan kesamaan, kemudian dibuat daftar hal-hal yang dirasa penting dan perlu untuk disepakati bersama.
5. Hasil kesepakatan dipajang sebagai pengingat bagi semua warga kelas.
Dalam membuat kesepakatan kelas pastikan semua terlibat didalamnya, guru dan murid melakukan perannya masing-masing. Baik guru maupun murid mempunyai hak yang sama untuk menyampaikan harapan dan keinginan tentang suasana pembelajaran di dalam kelas.
Kesepakatan kelas memuat hal-hal penting yang merupakan kesepakatan bersama. Kesepakatan tersebut hendaknya disusun menggunakan bahasa yang singkat, padat dan menggunakan kata-kata positif sehingga mudah dipahami. Kesepakatan kelas juga hendaknya dibuat secara tertulis sehingga dapat dilihat sewaktu-waktu dan direfleksikan secara berkala.
Dengan adanya kesepakatan kelas ini, murid menjadi lebih antusias dan aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, disiplin mengumpulkan tugas dan mulai percaya diri dalam menyampaikan pendapat. Adapun kendala yang dihadapi yaitu terbatasnya akses untuk lebih dekat dengan murid karena di masa pandemi seperti saat ini, komunikasi dilakukan dengan menggunakan handphone. Sinyal ataupun kuota menjadi faktor penghambat yang sering terjadi sehingga interaksi antara guru dengan murid pun menjadi terhambat pula.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar